Lapas Pangkalpinang Panen Ratusan Kg Semangka: Dari Lahan Terbatas untuk Ketahanan Pangan Bangka
PangkalPinang- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang kembali membuktikan bahwa pembinaan dan pemberdayaan dapat buah manis, secara harfiah. Pada Sabtu (30/8/2025) pagi, suasana di area lapas yang biasanya lekat dengan kesan tertutup berganti dengan keceriaan dan semangat kebersamaan. Ratusan kilogram buah semangka segar dan ranum berhasil dipanen dari kebun yang dikelola dengan penuh dedikasi oleh warga binaan.

Baca Juga : Polres Bangka Bongkar Modus Penipuan Tanya Alamat yang Rugikan Korban Puluhan Juta
Kegiatan panen raya ini tidak hanya menjadi agenda internal, tetapi juga menjadi momentum sinergi dengan elemen masyarakat. Kehadiran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gerunggang turut memeriahkan sekaligus mengukuhkan komitmen bersama dalam mendukung gerakan ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah.
Memberdayakan, Bukan Memenjarakan
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menjelaskan bahwa inisiatif bercocok tanam ini merupakan implementasi nyata dari 13 Program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Hukum dan HAM, Agus Andrianto. Program ini secara khusus menekankan pada pemberdayaan warga binaan untuk menciptakan nilai ekonomi dan mendukung kemandirian pangan.
“Apa yang kita lihat hari ini lebih dari sekadar panen buah. Ini adalah sebuah simbol pembelajaran hidup, kesabaran, dan bukti bahwa setiap lahan, betapapun terbatasnya, dapat menghasilkan manfaat yang besar jika dikelola dengan sungguh-sungguh dan penuh inovasi,” ujar Sugeng dengan penuh bangga.
Ia menambahkan, hasil panen yang melimpah ini memiliki nilai ganda. “Sebagian hasil akan kami gunakan untuk meningkatkan asupan gizi warga binaan, sementara sebagian lainnya akan didistribusikan melalui mitra kami, Acing Fresh, untuk dinikmati oleh masyarakat luas. Ini adalah bentuk lain dari rehabilitasi yang berkelanjutan,” jelasnya.
Apresiasi dari Masyarakat Sekitar
Camat Gerunggang, Richard Syam, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inovasi dan kontribusi positif Lapas Pangkalpinang. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memberdayakan warga binaan tetapi juga memberikan dampak nyata bagi komunitas di sekitarnya.
“Ini adalah contoh sinergi yang brilliant antara institusi pemerintah dan masyarakat. Lapas tidak lagi dipandang sebagai menara gading yang terisolasi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem yang turut memajukan perekonomian dan ketahanan pangan daerah. Kami di Forkopimcam sangat mendukung dan optimis bahwa ke depan, tidak hanya semangka, tetapi berbagai komoditas pertanian lainnya dapat dikembangkan dengan hasil yang lebih melimpah lagi,” tutur Richard.
Sebuah Proses yang Penuh Makna
Kegiatan puncak diawali dengan panen simbolis dimana Kalapas dan Camat Gerunggang memetik beberapa buah semangka yang telah matang sempurna.
Proses pemanenan kemudian dilanjutkan secara menyeluruh oleh para warga binaan dengan dibantu petugas lapas.
Diharapkan, keberhasilan program ini dapat menjadi pemantik untuk program pemberdayaan lainnya.






