Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Di Rumah Sederhana Itu, Cinta Mengepakkan Sayapnya

Skintific

Sentuhan Kasih di Hari Cerebral Palsy Sedunia, Ketua PKK Pangkalpinang Apresiasi Perjuangan Orang Tua di Komunitas Sayap Cinta

PangkalPinang- Sebuah cerita tentang ketangguhan dan cinta tanpa syarat terpancar dari sebuah rumah sederhana di Perumahan Guru, Kelurahan Batu Intan. Di sanalah, Komunitas Sayap Cinta, wadah bagi anak-anak penyandang cerebral palsy, mulai mengepakkan sayapnya. Kehadiran Susanti Saparudin, S.E., Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, pada peringatan Hari Cerebral Palsy Sedunia,  semakin menghangatkan suasana dan menyentuh relung hati.

Di Rumah Sederhana Itu, Cinta Mengepakkan Sayapnya
Di Rumah Sederhana Itu, Cinta Mengepakkan Sayapnya

Baca Juga : Benteng Andalan Pangkalpinang Hadapi Puncak Musim Hujan Pengerukan Sungai

Skintific

Kunjungan yang penuh makna ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk nyata kepedulian untuk menyapa langsung para pejuang kecil dan orang tua hebat di balik mereka. Komunitas Sayap Cinta, yang baru dibentuk pada awal tahun 2025 ini, saat ini menjadi tempat bernaung bagi tujuh anak dengan cerebral palsy, kondisi yang memengaruhi tonus otot, gerakan, dan keterampilan motorik.

Dalam kunjungannya, Susanti tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan kekagumannya. Ia menyaksikan langsung dedikasi tanpa lelah dari para orang tua dan penggagas komunitas. Dengan sabar dan penuh kasih sayang, mereka mendampingi setiap progres kecil anak-anak mereka, menciptakan lingkungan yang hangat dan mendukung.

“Keteladanan dari Cinta yang Tak Kenal Lelah”

“Di sini, kita menyaksikan langsung makna cinta dan ketabahan yang sesungguhnya. Setiap orang tua di Komunitas Sayap Cinta adalah pahlawan. Mereka adalah orang-orang terpilih yang dititipkan anak-anak istimewa oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Susanti dengan suara bergetar penuh penghargaan.

Ia melanjutkan, “Mereka tidak hanya menerima anugerah ini dengan ikhlas, tetapi juga merawatnya dengan kesabaran yang tak terbatas dan menyayangi dengan ketulusan hati yang murni. Perjuangan mereka adalah pelajaran berharga bagi kita semua, membuka mata dan hati tentang arti sebuah pengorbanan dan keteguhan.”

Komitmen untuk Dukungan yang Lebih Konkret

Di tengah atmosfer haru dan semangat yang membara, Susanti menyoroti sebuah tantangan yang dihadapi komunitas muda ini. Ternyata, Komunitas Sayap Cinta belum mendapatkan pendampingan formal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, dalam hal ini Dinas Sosial.

Menyikapi hal ini, Susanti dengan tegas menyatakan komitmennya. “Kami tidak akan membiarkan perjuangan mulia ini berjalan sendirian. Atas nama PKK Kota Pangkalpinang, saya akan segera memimpin koordinasi dengan dinas-dinas terkait, terutama Dinas Sosial.

Di Rumah Selama ini, bantuan untuk memenuhi kebutuhan terapi dan kehidupan sehari-hari anak-anak di Komunitas Sayap Cinta masih bergantung pada uluran tangan berbagai pihak dan yayasan-yayasan sosial peduli masyarakat. Ke depan, Susanti berharap agar perhatian dan dukungan dari unsur pemerintah dapat lebih kuat dan terstruktur.

“Keberadaan Komunitas Sayap Cinta adalah aset bagi kota kita. Mereka mewakili semangat inklusivitas dan kemanusiaan. Dengan dukungan yang lebih baik, saya yakin komunitas ini tidak hanya akan bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak lagi anak-anak cerebral palsy dan keluarganya di Pangkalpinang,” pungkasnya penuh harap.

Skintific