Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Kabar Baik, Tumpukan Sampah Di Pangkalpinang Akan Diatasi Dengan Sistem Ganda

Skintific

Warga Pangkalpinang Bangun Pagi, Sampah Sudah Raib: Jadwal Pengangkutan Ditambah Jadi Dua Kali Sehari!

PangkalPinang-  Kabar baik bagi warga Kota Pangkalpinang! Keluhan tentang tumpukan sampah yang kerap mengganggu pemandangan di pagi hari sebentar lagi akan menjadi kenangan. Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang berencana meningkatkan frekuensi pengambilan sampah dari sekali menjadi dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore hari.

Kabar Baik, Tumpukan Sampah Di Pangkalpinang Akan Diatasi Dengan Sistem Ganda
Kabar Baik, Tumpukan Sampah Di Pangkalpinang Akan Diatasi Dengan Sistem Ganda

Baca Juga : Operasi Mendadak Lapas Pangkalpinang Sisir Blok Hunian Napi

Skintific

Kebijakan progresif ini diumumkan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Dr. Ir. H. Saparudin, S.T., M.T., atau yang akrab disapa Prof. Udin. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemkot dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya.

“Kami sedang melakukan penataan ulang jadwal pengangkutan sampah agar lebih efektif dan merata. Untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kita mulai mengatur pengambilan sampah itu pagi dan sore. Memang saat ini kami masih dibatasi oleh jumlah armada, namun ke depan frekuensi pengambilan sampah akan kami tingkatkan,” jelas Prof. Udin dalam keterangannya kepada media, Senin.

Mimpi Indah: Bangun Tidur tanpa Tumpukan Sampah

Kebijakan “ambil sampah pagi-sore” ini bukan hanya sekadar menambah jadwal, tetapi memiliki tujuan yang sangat jelas dan langsung menyentuh kehidupan sehari-hari warga.

“Kabar Baik Harapannya sederhana namun sangat berarti. Masyarakat kita ketika bangun tidur di pagi hari, tidak lagi disambut oleh pemandangan tumpukan sampah yang menggunung. Begitu pula saat pulang kerja atau beraktivitas di sore hari, lingkungan terlihat lebih bersih dan rapi,” tutur Prof. Udin.

Dengan pengambilan sampah yang lebih intensif, diharapkan sampah tidak sempat menumpuk dan membusuk dalam waktu lama. Hal ini secara signifikan dapat mengurangi bau tidak sedap, mencegah penyebaran penyakit, serta menekan populasi lalat dan hama lainnya.

Strategi Jangka Panjang: Penataan Armada dan Gotong Royong

Prof. Udin mengakui bahwa tantangan utama dalam implementasi kebijakan ini adalah keterbatasan jumlah armada truk sampah. Namun, hal ini tidak menyurutkan niat pemkot. Penataan ulang rute dan jadwal yang lebih efisien menjadi kunci solusi sementara, sambil menunggu penambahan armada di masa mendatang.

Tidak hanya mengandalkan mekanisme formal, Pemkot Pangkalpinang juga menggalang kekuatan komunitas melalui gerakan Gotong Royong Bersih-Bersih Kota. Kegiatan yang telah dimulai sejak pekan lalu ini akan menjadi agenda rutin mingguan setiap hari Jumat.

“Nanti secara terus-menerus setiap Jumat, seluruh elemen masyarakat, baik dari unsur pemerintah, pihak swasta, hingga instansi vertikal, akan kita ajak bersama-sama membersihkan Kota Pangkalpinang. Kebersihan adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah,” tegas Prof. Udin.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Kunci Utama Kesuksesan

Kebijakan baru ini tentu membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Beberapa hal yang dapat dilakukan warga untuk mendukung program ini adalah:

  1. Mematuhi Jadwal: Menaruh sampah di titik kumpul tepat pada waktunya, sesuai dengan jadwal pengangkutan terbaru yang akan diumumkan.

  2. Memilah Sampah: Mulai membiasakan diri memisahkan sampah organik dan anorganik untuk memudahkan proses pengangkutan dan daur ulang.

  3. Ikut Serta dalam Gotong Royong: Berpartisipasi aktif dalam kegiatan Jumat bersih untuk membersihkan lingkungan sekitar, seperti selokan dan taman.

Dengan sinergi yang kuat antara inisiatif pemerintah dan kedisiplinan masyarakat, terwujudnya Pangkalpinang yang bersih, asri, dan bebas dari tumpukan sampah bukanlah sekadar impian, tetapi sebuah keniscayaan yang akan segera terwujud.

Skintific