Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Magis Gasing Kayu Meriahkan HUT ke-268 Pangkalpinang

Skintific

Deru Gasing Menggema, Semangat Tradisi Menyala di Shangkek Timah Pengkal Festival

Pangkalpinang- Bunyi “ngung… ngung… ngung…” yang khas dan ritmis memenuhi udara, disusul sorak-sorai riuh rendah ratusan penonton. Bukan suara mesin atau gadget, melainkan deruan magis dari gasing-gasing kayu yang berputar kencang, menari dengan anggun di atas lantai arena. Inilah pemandangan memukau yang menjadi magnet utama dalam Lomba Gasing Tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kota Pangkalpinang, sebuah puncak acara dari Shangkek Timah Pengkal Festival yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-268 kota ini.

Magis Gasing Kayu Meriahkan HUT ke-268 Pangkalpinang
Magis Gasing Kayu Meriahkan HUT ke-268 Pangkalpinang

Baca Juga : Kakanwil Kemenag Babel Gandeng Ahli dari Masjid Raya Bintaro Jaya

Skintific

Selama tiga hari penuh, mulai Rabu hingga Jumat, area perlombaan berubah menjadi pusat gravitasi kegembiraan. Halaman tersebut tak pernah sepi, dipadati oleh pelajar, guru, dan orang tua yang dengan penuh semangat menyaksikan setiap pertandingan. Suasana ceria dan kompetitif itu membuktikan bahwa di tengah gempuran permainan digital, gairah akan warisan budaya lokal tetap hidup dan berkobar.

Sebanyak 110 peserta, yang terdiri dari 80 siswa dan 30 siswi dari 20 SD berbeda, turut serta memperebutkan gelar juara. Mereka tidak sekadar datang untuk berlomba; setiap anak membawa serta gasing kebanggaan mereka, buah karya pengrajin lokal, dengan tali yang telah dililitkan dengan penuh harap. Sorot mata mereka memancarkan percaya diri dan tekad yang kuat. Dengan gerakan lincah, mereka melontarkan gasing ke arena, seakan berkata, “Lihatlah, tradisi bisa sama serunya, bahkan lebih menantang, daripada game di layar!”

Menghidupkan Kembali Sebuah Warisan yang Hampir Pudar

Di balik gegap gempita acara ini, tersimpan sebuah cerita kebangkitan. H. Agus Md, Ketua sekaligus pendiri Persatuan Gasing Seluruh Indonesia (Pergasi) Bangka Belitung, dengan mata berbinar menceritakan perjalanan panjang tradisi ini.

“Alhamdulillah, ini adalah tahun ketiga kami berhasil menyelenggarakan lomba ini setelah sempat mengalami ‘mati suri’ akibat pandemi Covid-19,” ujar Agus. “Sebelum 2023, nyaris tidak ada gaungnya lomba gasing di kalender event kota. Kami sadar, jika tidak dihidupkan kembali, perlahan permainan tradisional ini bisa benar-benar punah.”

Namun, keputusasaan itu berubah menjadi optimisme berkat inisiatif dan kerja keras berbagai pihak. Antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para pelajar SD menjadi bukti nyata bahwa upaya tersebut tidak sia-sia.

“Saya sangat terharu melihat semangat anak-anak kita,” katanya. “Mereka bukan hanya peserta, mereka adalah penerus. Yang membanggakan, minat ini juga mendukung industri kreatif lokal. Masih ada pengrajin yang setia membuat gasing dan tali berkualitas, dan permintaan justru meningkat menjelang lomba seperti ini.”

Lebih dari Sekadar Perlombaan: Media Edukasi dan Perekat Budaya

Lomba gasing ini dirancang bukan hanya untuk mencari yang tercepat atau yang paling stabil putarannya. Lebih dari itu, event ini berfungsi sebagai ruang kelas budaya yang hidup. Di arena ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang teknik melempar dan mempertahankan putaran, tetapi juga nilai-nilai luhur seperti sportivitas, ketangkasan, kesabaran, dan kerja sama.

“Intinya bukan menang atau kalah,” tegas Agus. “Yang terpenting adalah bagaimana kita mewariskan tongkat estafet budaya kepada generasi penerus. Melalui Magis gasing, kita mengenalkan mereka pada identitas dan jati diri sebagai orang Melayu Bangka Belitung.”

Dengan diikutsertakannya gasing dalam festival besar seperti Shangkek Timah Pengkal, diharapkan permainan tradisional ini tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang ketinggalan zaman, melainkan sebagai simbol kekayaan budaya yang dinamis dan patut dibanggakan. Setiap deru gasing yang mengudara adalah sebuah afirmasi: warisan leluhur tetap abadi, berputar mengikuti zaman, namun tidak kehilangan jiwa aslinya. Semoga semangat ini terus berputar kencang, layaknya gasing itu sendiri, untuk tahun-tahun mendatang.

Skintific