Polresta Pangkalpinang Proaktif Cegah Hipertensi, Gelar Sosialisasi Kesehatan untuk Personel dan Keluarga
PangkalPinang- Dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga besar Polri, Polresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, S.I.K., M.H., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan tentang Penyakit Hipertensi. Acara yang digelar di Aula Polsek Taman Sari ini dihadiri oleh personel Polresta Pangkalpinang beserta anggota Bhayangkari Cabang Pangkalpinang, menandakan komitmen kuat institusi kepolisian terhadap kesehatan para anggotanya.

Baca Juga : BPS Babel Kebijakan Rp 200 T Untuk UMKM Ciptakan Alternatif Ekonomi Tangguh
Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata perhatian mendalam Polresta Pangkalpinang agar setiap personel dan keluarganya terhindar dari ancaman penyakit tidak menular, khususnya hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya yang kerap tidak disadari, namun dapat berakibat fatal jika tidak dikendalikan.
Kesehatan adalah aset utama yang tidak ternilai harganya
Hanya dengan tubuh dan pikiran yang sehat, setiap personel Polri dapat menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat dengan optimal dan penuh tanggung jawab, tegas Kapolresta Pangkalzinang dalam sambutannya yang berisi motivasi. Beliau menekankan pentingnya pencegahan sejak dini, mengingat tuntutan tugas kepolisian yang penuh tekanan rentan memengaruhi kondisi kesehatan.
Untuk memastikan kualitas materi yang disampaikan akurat dan komprehensif, Polresta Pangkalpinang berkolaborasi dengan para ahli dari berbagai institusi kesehatan terpercaya. Mitra strategis dalam acara ini antara lain Biddokkes Polda Kepulauan Bangka Belitung, Primaya Hospital Bhakti Wara, dan Prodia Lab Pangkalpinang. Kolaborasi ini memastikan peserta mendapatkan informasi yang lengkap, mulai dari teori hingga praktik.
Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mendalam tentang:
-
Deteksi Dini: Memahami faktor risiko dan cara memantau tekanan darah secara mandiri.
-
Langkah Pencegahan: Mengenal pola makan (diet DASH), olahraga, dan manajemen stres yang efektif untuk mencegah hipertensi.
-
Penanganan Tepat: Mengetahui tindakan yang harus dilakukan jika terdiagnosis hipertensi, termasuk kepatuhan dalam pengobatan.
Suasana acara berlangsung sangat interaktif dan penuh antusiasme. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi tanya jawab, dimana banyak pertanyaan kritis seputar gaya hidup sehat dan penanganan hipertensi diajukan kepada para narasumber. Kehadiran Ketua Bhayangkari Cabang Pangkalpinang beserta jajaran pengurus juga memperkuat dukungan dari keluarga besar Polri dalam mendukung program kesehatan ini.
Diharapkan, setelah mengikuti sosialisasi ini, seluruh personel Polresta Pangkalpinang dan keluarga dapat menerapkan pola hidup lebih sehat dalam keseharian. Kesadaran untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan waspada terhadap gejala hipertensi diharapkan akan meningkat, sehingga dapat menekan angka risiko penyakit tersebut. Langkah proaktif ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan SDM Polri yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga sehat dan produktif.
Kegiatan ini jelas memberikan dampak yang langsung terasa
Misalnya, salah satu personel, Briptu Andi, mengaku baru menyadari pentingnya pemeriksaan rutin. “Tadinya saya pikir tekanan darah tinggi hanya dialami orang yang sudah lanjut usia. Ternyata, dari pemeriksaan tadi, tekanan darah saya sudah di ambang batas normal. Sekarang saya jadi lebih aware untuk menjaga pola makan dan olahraga,” ujarnya penuh semangat.
Selanjutnya, Kapolresta Pangkalpinang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukanlah yang terakhir. “Komitmen kami terhadap kesehatan personel adalah hal yang utama. Oleh karena itu, kami akan merencanakan program tindak lanjut, seperti senam bersama rutin, kelas manajemen stres, dan pemeriksaan kesehatan berkala,” pungkas Kombes Pol Max Mariners. Bahkan, beliau mendorong para peserta untuk menjadi agen perubahan kesehatan di lingkungan keluarga dan tetangga masing-masing.
Pada akhirnya, sosialisasi ini berhasil menciptakan sebuah kesadaran kolektif. Antusiasme peserta tidak luntur hingga acara berakhir, terlihat dari diskusi-diskusi kecil yang masih berlanjut di antara peserta dan narasumber. Dengan demikian, langkah awal untuk membangun budaya hidup sehat di lingkungan Polresta Pangkalpinang ini telah tertanam dengan kuat.






