Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

PT Timah Apresiasi Kehadiran Satgas Tambang Timah di Babel

Skintific

Satgas Tambang Timah: Bukan Momok, Melainkan Mitra untuk Kelestarian dan Kesejahteraan Babel

PangkalPinang- Kehadiran Satuan Tugas (Satgas) Tambang Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Babel mendapatkan apresiasi positif dari PT Timah Tbk. Manajemen perusahaan menyatakan bahwa kehadiran satgas ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mendorong perbaikan fundamental dalam tata kelola industri pertimahan di wilayah tersebut. Tujuannya mulia: memastikan kekayaan alam timah memberikan manfaat optimal bagi bangsa dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

PT Timah Apresiasi Kehadiran Satgas Tambang Timah di Babel
PT Timah Apresiasi Kehadiran Satgas Tambang Timah di Babel

Baca Juga : Pemprov Babel Luncurkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Jilid II

Skintific

Dalam pernyataannya pada Jumat di Pangkalpinang, Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menyampaikan penghargaan perusahaan terhadap Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur Babel, yang memberikan dukungan penuh dalam menciptakan iklim investasi dan pengelolaan tambang yang lebih baik.

“Kehadiran Satgas Timah, yang didukung penuh oleh Pemerintah Indonesia, harus dipahami sebagai instrumen negara yang hadir untuk memperbaiki tata kelola,” ujar Anggi. Ia menegaskan bahwa fungsi satgas meliputi penataan regulasi, pengawasan aktivitas pertambangan, serta membenahi praktik penambangan agar lebih berwawasan lingkungan, sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor strategis ini.

Mengubah Perspektif: Dari Ancaman Menuju Kolaborasi

Anggi memahami bahwa kehadiran satgas mungkin ditanggapi dengan kecemasan oleh sebagian pihak. Namun, ia menekankan untuk tidak memandangnya sebagai ancaman atau momok yang menakutkan.

“Justru, ini adalah perwujudan kehadiran negara yang ingin hadir langsung untuk menata dan mewujudkan tata kelola yang lebih baik,” jelasnya. “Keberadaan Satgas seharusnya dilihat sebagai ruang sinergi dan kolaborasi yang humanis antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.”

Kolaborasi tiga pilar ini, menurutnya, adalah kunci untuk membangun tata kelola pertimahan yang lebih kuat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan sistem yang tertib, masyarakat justru akan mendapatkan ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam proses penambangan yang sesuai dengan regulasi, ramah lingkungan, dan menerapkan kaidah pertambangan yang baik, yang pada ujungnya akan terus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

Memperkuat Kemitraan yang Sudah Terjalin

Upaya perbaikan ini disebutkan sejalan dengan arahan Gubernur yang menekankan pentingnya memaksimalkan dan memperbaiki program kemitraan dengan masyarakat sesuai regulasi. PT Timah sendiri telah lama menjalankan model kemitraan dengan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah around Operasi Produksinya (IUP).

“Pola kemitraan yang telah terjalin antara PT Timah Tbk dan masyarakat adalah fondasi yang baik. Perbaikan tata kelola yang menjadi tujuan utama diharapkan dapat menghadirkan ruang kolaborasi yang lebih sehat dan produktif,” tambah Anggi.

Dengan sinergi yang semakin erat antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, kolaborasi ini diyakini akan semakin menguat di masa depan.

Penegasan untuk Masyarakat: Satgas adalah Mitra

Di akhir pernyataannya, Anggi Siahaan sekali lagi menegaskan pesan utama kepada seluruh masyarakat. “Bersama ini, perusahaan ingin menyampaikan bahwa kehadiran Satgas bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti.”

Ia berharap ke depan, Satgas justru dapat memberikan dukungan positif terhadap aktivitas pertimahan yang legal dan bertanggung jawab. “Satgas hadir tidak hanya untuk mendukung pembangunan ekonomi, tetapi juga mewujudkan penambangan yang berwawasan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Skintific