Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

IDI Bangka Belitung 2025 Capai 81,91, Masuk Kategori Tinggi

Skintific

Bangka Belitung Catat Rekor Baru, Indeks Demokrasi 2025 Tembus Kategori Tinggi

PangkalPinang- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menunjukkan kemajuan demokrasi yang signifikan. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Badan Kesbangpol setempat mengumumkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia IDI untuk tahun 2024 yang sangat menggembirakan. Nilai IDI Babel melonjak menjadi 81,91, sebuah angka yang secara resmi menempatkan provinsi kepulauan ini dalam kategori tinggi.

IDI Bangka Belitung 2024 Capai 81,91, Masuk Kategori Tinggi
IDI Bangka Belitung 2024 Capai 81,91, Masuk Kategori Tinggi

Baca Juga : Mantan Karyawan Transmart Pangkalpinang Curi Kabel, Rugikan Rp 3,6 Juta

Skintific

Capaian ini menandai lompatan besar dari tahun sebelumnya yang berada di angka 75,95 (kategori sedang). Peningkatan sebesar hampir 6 poin ini bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari praktik demokrasi yang semakin matang dan sehat di tanah Serumpun Sebalai.

Iklim Demokrasi yang Makin Sehat dan Kondusif

Sekretaris Badan Kesbangpol Babel, Riza Aryani, dalam pemaparannya di Pangkalpinang, Minggu, menyatakan bahwa capaian ini menunjukkan kualitas demokrasi di Babel tergolong baik.

“Angka 81,91 ini memiliki makna yang sangat konkret. Artinya, prinsip-prinsip dasar demokrasi seperti kebebasan sipil, penghormatan terhadap hak-hak politik, dan fungsi kelembagaan demokrasi berjalan dengan relatif efektif dan semakin kuat,” jelas Riza.

Lebih lanjut, Riza membeberkan beberapa pilar penting yang mendorong kenaikan indeks ini:

  • Kebebasan Berekspresi Terjamin: Masyarakat merasa leluasa untuk menyalurkan aspirasi dan pendapatnya, baik melalui media massa, organisasi kemasyarakatan (ormas), maupun partai politik, tanpa adanya tekanan yang berarti.

  • Pemilu yang Transparan dan Akuntabel: Penyelenggaraan pemilu diakui berjalan dengan jujur dan adil. Lembaga penyelenggara seperti KPU dan pengawas seperti Bawaslu dinilai berfungsi dengan sangat baik, didukung oleh partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

  • Konflik Terkelola dengan Baik: Kondisi politik daerah tetap kondusif meski dalam tahun politik. Potensi konflik horizontal dapat diminimalisir, dan perbedaan pandangan politik tidak berujung pada perpecahan, melainkan dikelola dengan bijak. Segala bentuk sengketa lebih sering diselesaikan melalui jalur hukum dan konstitusional, menunjukkan kedewasaan berdemokrasi.

“Pada intinya, Bangka Belitung bukan hanya sekadar mencapai angka, tetapi berhasil membangun dan menjaga iklim demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas,” tegasnya.

Tantangan Ke Depan: Mendorong Partisipasi Aktif Masyarakat

Di sisi lain, meski capaiannya patut diacungi jempol, masih ada pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama. Ketua Bawaslu Bangka Belitung, EM Osykar, mengapresiasi kinerja penyelenggara pemilu yang telah gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi, khususnya di Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka.

Namun, Osykar menekankan bahwa kesadaran masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) masih menjadi kunci utama. Teknis pemilu yang baik harus diimbangi dengan niat baik dari seluruh elemen masyarakat.

“Harus ada goodwill atau niat baik dari semua pihak, terutama dari masyarakat sendiri, untuk lebih menyadari bahwa pemilu dan pilkada adalah jantung dari keberlanjutan kepemimpinan dan jalannya roda pemerintahan yang baik. Hak suara bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab untuk membangun masa depan daerah,” pungkas Osykar.

Dengan demikian, capaian IDI yang tinggi ini menjadi modal berharga sekaligus cambuk untuk terus meningkatkan kualitas demokrasi, tidak hanya dari sisi kelembagaan tetapi juga dari kesadaran kolektif seluruh warga Bangka Belitung.

Mendorong Partisipasi: Langkah Konkret Menjaga Demokrasi Babel

Menyambung optimisme tersebut, berbagai pihak kini bergerak aktif untuk mengubah angka statistik ini menjadi sebuah pengalaman demokrasi yang dirasakan semua warga.

Bawaslu dan KPU Meluncurkan Inisiatif Inovatif

Selanjutnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bangka Belitung tidak berpuas diri.

Selain itu, Ketua Bawaslu EM Osykar menegaskan, “Kami memperkuat sinergi dengan komunitas-komunitas akar rumput. Kami percaya bahwa komunikasi dari masyarakat ke masyarakatlah yang paling efektif untuk membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi.”

Masyarakat Sipil dan Akademisi Menyambut Positif

Di sisi lain, elemen masyarakat sipil menyambut baik kemajuan ini. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kelompok kajian kampus turut ambil bagian. Mereka menggelar diskusi publik dan sekolah demokrasi untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap kinerja pemerintah pasca-pemilu.

Selaras dengan itu, akademisi dari Universitas Bangka Belitung memberikan analisis. “Pencapaian IDI yang tinggi harus menjadi pemacu semangat, bukan tujuan akhir.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan

Kesimpulannya, seluruh pemangku kepentingan di Bangka Belitung menyadari bahwa demokrasi adalah sebuah proses, bukan sekadar hasil. Mereka berkomitmen untuk terus bekerja sama.

Skintific