Kapolda Babel Irjen Hendro Pandowo Tanamkan Nilai Kebijaksanaan Digital dan Tegaskan Komitmen Zero Geng Motor di SMKN 2 Pangkalpinang
PangkalPinang- Suasana pagi di SMK Negeri 2 Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada Rabu (22 Mei 2024) terasa berbeda dan penuh semangat. Barisan siswa-siswi tampak antusias menyambut kedatangan seorang pemimpin yang tidak hanya membawa wibawa, tetapi juga pesan-pesan inspiratif dan menyentuh langsung kehidupan generasi Z. Irjen Pol. Hendro Pandowo, Kapolda Babel, Irjen hadir bukan untuk memberi ceramah formal, tetapi untuk berbagi hati dan mengajak berkolaborasi membangun lingkungan yang aman dan positif.

Baca Juga : Kapolda Babel Resmi Luncurkan Sentra Pangan Pintar Gratis Pertama di Pangkalpinang
Dalam kunjungannya yang merupakan bagian dari program Sambang Kamtibmas (Silaturahmi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), Kapolda Hendro memanfaatkan momen apel pagi untuk menyapa para pelajar dengan hangat. Ia membuka dengan kilas balik perjalanan hidupnya, dari seorang siswa biasa, mengarungi kerasnya pendidikan di Akademi Kepolisian, hingga akhirnya dipercaya memimpin institusi Polri di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Cerita ini ia sampaikan untuk menunjukkan bahwa setiap mimpi besar berawal dari langkah kecil dan disiplin yang konsisten.
Bijak Bermedia Sosial: Senjata Hadapi Era Informasi
Di tengah gempuran informasi yang tak terbendung, Kapolda Hendro menitikberatkan pesannya pada urgensi literasi digital dan kebijaksanaan dalam bermedia sosial. Ia mengingatkan bahwa gawai yang berada di genggaman adalah pisau bermata dua; bisa menjadi jendela ilmu pengetahuan sekaligus pintu masuk bagi hal-hal negatif yang dapat merugikan.
“Setiap hari, kalian dibombardir oleh informasi dari segala penjuru. Tidak semua itu benar, dan tidak semua itu baik. Kuncinya ada pada filter diri kalian sendiri,” tegas Hendro di hadapan ratusan siswa yang menyimak dengan khidmat.
“Manfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif, yang membangun diri dan mempertajam kompetensi. Jangan mudah terjebak oleh konten provokatif, ujaran kebencian, atau informasi hoax yang dapat merusak persahabatan dan masa depan kalian sendiri. Jadilah pengguna media sosial yang cerdas, bukan sekadar konsumen yang pasif,” pesannya.
Peringatan Keras: Bahaya Geng Motor dan Jerat Narkoba
Tak hanya menyoroti dunia maya, Kapolda yang didampingi oleh Dirbinmas Polda Babel, Kabid Humas Kombes Pol. Fauzan Sukmawansyah, dan Wakapolresta Pangkalpinang, juga menyampaikan peringatan keras terhadap ancaman nyata di dunia offline, yakni geng motor dan narkoba.
Dengan gamblang, ia menjelaskan bagaimana kedua hal tersebut merupakan musuh nyata yang dapat menghancurkan mimpi dan masa depan generasi muda. “Geng motor seringkali adalah pintu awal menuju tindak kriminalitas, kekerasan, dan perusakan. Sementara narkoba adalah jerat yang sekali terperangkap, akan sangat sulit untuk lepas. Satu kali coba, bisa berarti bayar dengan seluruh hidup kalian,” ujarnya dengan penuh keprihatinan.
Namun, ia menyampaikan kabar gembira sekaligus apresiasi setinggi-tingginya. Berkat strategi yang solid dari Polda Babel yang didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah dan para pelajar, Provinsi Bangka Belitung saat ini berhasil mencapai status ‘Zero Geng Motor’.
“Kita patut bersyukur. Ketika media nasional ramai memberitakan tawuran pelajar, di Babel kita berhasil meminimalisirnya hingga titik terkecil. Ini adalah prestasi kita bersama,” imbuhnya.
SMKN 2 Pangkalpinang: Contoh Pelopor Ketertiban
Kapolda Hendro secara khusus menyoroti peran positif SMKN 2 Pangkalpinang.
“Ini luar biasa! Prestasi ini membuktikan bahwa adik-adik di sini sudah memiliki benteng diri yang kuat. Ini adalah budaya yang harus kita pertahankan dan terus kita tingkatkan,” pujinya, yang disambut dengan aplaus meriah dan sorak-sorai gembira dari seluruh siswa.
Penutup: Bekali Diri dengan Moral dan Agama
Sebagai penutup, Kapolda Hendro Pandowo berpesan agar para siswa tidak pernah berhenti membekali diri dengan nilai-nilai moral dan agama yang kuat. “Ilmu pengetahuan dan teknologi yang kalian kuasai akan menjadi tidak berarti tanpa dibarengi dengan akhlak yang mulia dan karakter yang tangguh.”
“Laksanakan kewajiban sebagai pelajar dan sebagai umat yang beragama dengan sungguh-sungguh. Jadilah generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritual. Masa depan Bangka Belitung yang gemilang ada di pundak kalian,” tutupnya penuh harap.






